.:Acehline Community:.
Silahkan mendaftar untuk Access penuh

.:Acehline Community:.

Computer - Internet - Hacking - Security
 
IndeksPortailPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 Peran Botnet (2)-Zombie dan Tulang Punggung Kejahatan cyber

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
zulfah
The Wizard
The Wizard


Jumlah posting : 759
Reputation : 2
Registration date : 01.06.07

PostSubyek: Peran Botnet (2)-Zombie dan Tulang Punggung Kejahatan cyber   Sun Jan 03, 2010 8:48 am



Jakarta - Untuk membangun jaringan botnet, seorang
penjahat harus menyebar malware ke sebanyak mungkin komputer.
Komputer-komputer yang terinfeksi menjadi zombie alias budak penjahat.
Ketika sebuah jaringan botnet memiliki lebih banyak zombie, maka botnet
itu pun menjadi semakin kuat.

Suatu malware umumnya disebar
dengan menyusupkan malware tersebut ke situs-situs legal yang telah
dieksploitasi. Juga ada banyak cara lain. Misalnya dengan spam. Dalam
spam, korban diperdaya untuk mengklik link tertentu. Ketika link
tersebut diklik, maka malware masuk dan menginfeksi komputer korban.

Pada
saat ini, penjahat tidak perlu menyebarkan sendiri malware yang
dimiliki untuk membangun botnet. Sebab di dunia hitam Internet banyak
ditawarkan jasa penyebaran malware, baik melalui infeksi situs legal
atau pun melalui spam. Jasa ini disebut trafficking.

Jasa
trafficking memiliki tarif bervariasi tergantung potensi keberhasilan
infeksinya. Jika seorang penjahat menguasai situs legal yang memiliki
banyak pengunjung, maka penjahat itu bisa mematok biaya jasa
trafficking lebih mahal.

Namun begitu, biaya trafficking adalah
yang paling murah dari seluruh jenis jasa kejahatan cyber. Para
penyedia jasa trafficking umumnya menyewakan situs yang mereka kuasai
dengan biaya antara USD0,50 hingga USD1 per seribu pengunjung.

Tetapi
untuk menyewa jasa trafficking, pemilik botnet harus membayar sewa di
muka, kecuali ada penjamin yang menyatakan pemilik botnet tidak akan
mangkir dari kewajiban membayar sewa kepada penyedia jasa trafficking.

Hosting Jahat

Selain
menyusupkan malware ke situs-situs legal yang telah dieksploitasi,
penjahat juga bisa menyebar malware dengan membangun situs-situs jahat
yang memang ditujukan untuk menebar infeksi. Langkah ini ditempuh
karena infeksi malware melalui situs legal bersifat sementara.

Ketika
ada pengguna situs legal melayangkan keluhan kepada pengelola bahwa
situs mereka terinfeksi malware, maka pengelola situs segera melakukan
perbaikan dan malware yang berada di situs itu dihapus sehingga tidak
bisa menyebar.

Seperti situs legal, situs jahat memerlukan
hosting. Penyedia jasa hosting baik-baik tentu tidak bersedia melayani
jasa hosting situs jahat. Karena itu, para penyebar malware banyak
melakukan hosting di server-server jahat, yang memang dikelola penjahat.

Para
penyedia jasa hosting situs jahat tersebut tidak akan perduli jika ada
pengunjung situs mengeluhkan infeksi malware dari situs itu. Sebab,
tujuan pengelola memang mencari uang dari kejahatan, bukan menyediakan
jasa hosting yang legal.

Selain untuk menyebar malware, pemilik
botnet juga banyak memanfaatkan jasa hosting jahat untuk membangun
pusat komando dan kendali botnet. Di dunia hitam Internet, permintaan
dan penawaran jasa hosting jahat sama-sama tinggi karena pembangunan
botnet berlangsung marak.

Penyewaan Botnet

Perdagangan
jasa kejahatan cyber berlangsung marak karena bisnis tersebut memang
memiliki banyak pelanggan. Dalam ekonomi kejahatan Internet, pelanggan
memegang peran paling penting. Mereka bersedia membayar jasa kejahatan
cyber karena mendapatkan keuntungan finansial sangat besar.

Di
dunia maya, pemilik botnet mengeruk keuntungan finansial dengan
menyewakan botnet mereka. Para penyewa botnet umumnya adalah carder
(pencuri dana kartu kredit), pemeras, dan spammer (penyebar spam).

Carder
banyak menyewa botnet karena mereka bisa mencuri informasi kartu kredit
dari komputer-komputer zombie yang terjerat dalam botnet tersebut.
Informasi kartu kredit itu bisa digunakan untuk langsung mencuri uang
korban atau diperdagangkan kembali.

Di dunia kejahatan cyber,
carder memiliki peran sangat penting karena mereka adalah penjahat
paling kaya. Sebab, mereka bisa mencuri banyak uang dengan informasi
kartu kredit curian. Namun begitu, tidak semua penjahat berani menjadi
carder karena penarikan uang dengan informasi kartu kredit curian
memiliki risiko tinggi.

Selain carder, penyewa botnet adalah
para pemeras. Mereka menyewa botnet untuk melakukan serangan DDoS
(distributed denial of service) terhadap server-server tertentu. Akibat
serangan DDoS, sebuah situs tidak akan bisa diakses karena server-nya
kewalahan memproses data sampah.

Jika situs yang terserang DDoS
adalah gerai bisnis online, pemilik situs tersebut tentu menderita
kerugian besar karena pelanggan tidak bisa mengakses layanan yang
ditawarkan. Akibat serangan DDoS pula, reputasi bisnis online itu bisa
rusak karena layanan tidak bisa disajikan secara stabil.

Celah
inilah yang dimanfaatkan para pemeras. Mereka meminta uang tebusan
kepada pemilik situs agar serangan DDoS dihentikan. Jika tebusan tidak
dibayarkan, maka serangan terus dilakukan dan situs korban pun lumpuh
dalam waktu lebih sering dan lebih lama.

Para pelaku DDoS juga
biasa menyewakan jasa untuk persaingan tidak sehat. Dalam kasus ini,
pelaku usaha online menyewa serangan DDoS untuk melumpuhkan server
pesaing. Harapannya, pelanggan dari pesaing itu bisa berpindah ke
pelaku serangan DDoS karena layanan pesaing tidak berfungsi.

Pelanggan
lain dari bisnis penyewaan botnet adalah para spammer. Dengan botnet,
spammer bisa mengirimkan spam melalui komputer-komputer zombie yang
terjerat dalam jaringan botnet yang disewa. Pada saat ini, sekitar 85%
spam yang beredar di Internet dikirimkan melalui botnet.

Tulang Punggung Kejahatan


Dalam
dunia kejahatan cyber, botnet merupakan elemen paling vital. Alasannya,
kebutuhan akan botnet mendorong pertumbuhan bisnis-bisnis jahat
pendukungnya. Ketika seorang pejahat memerlukan botnet, maka dia
mendorong pertumbuhan bisnis pembuatan malware, enkripsi dan
pengemasan, hingga penyebaran malware, serta hosting situs jahat.

Akibat
kehadiran botnet pula, siklus bisnis kejahatan cyber menjadi terus
berputar. Dengan uang yang diperoleh dari kejahatan, para penjahat pun
terus mengembangkan bisnis-bisnis jahat mereka. Misalnya untuk membuat
malware baru, hingga membuat jaringan botnet baru.

Pada saat
ini, sebuah jaringan botnet bisa memiliki ratusan hingga ribuan unit
komputer zombie. Dengan botnet pula, penjahat bisa mencuri lebih banyak
uang dari kartu kredit korban, menebar lebih banyak spam, dan
melancarkan serangan DDoS yang lebih kuat.

Karena botnet adalah
tulang punggung kejahatan cyber, maka masa depan Internet sangat
bergantung pada evolusi botnet. Selama botnet masih ada, kejahatan
cyber akan tetap marak karena penjahat akan terus mendapatkan suplai
dana untuk melakukan kejahatan.


*) Penulis adalah Vitaly Kamluk, saat ini menjabat sebagai Director EEMEA Research Center Kaspersky Lab.


( ash / ash )

detikcom
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Peran Botnet (2)-Zombie dan Tulang Punggung Kejahatan cyber
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [COMPLETE]Kore wa zombie desu ka?
» WTA Tentang profil Saya di Cyber Ninja 250
» WRX Sharks Series for Ninja 250
» [WTS] knalpot nojima fasarm, impor langsung dari Jepang (second)
» Ada suara tik-tik dari mesin ninin...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
.:Acehline Community:. :: Lain - lain :: Berita-
Navigasi: